Berita Terpopular Basket





Follow Us On Twitter


Alasan LeBron Tinggalkan Cavs (Part 2) Share to Facebook Tweet This
Basket - Basket
Tuesday, 03 August 2010 11:35
Alasan LeBron Tinggalkan Cavs (Part 2)Setelah membaca bagian pertama, ini merupakan sambungan alasan LeBron James meninggalkan Cleveland Cavaliers.

Ketidakinginan James untuk mengangkat telepon sang pemilik club saat itu menggambarkan bahwa tidak ada satu orang pun di organisasi Cavs yang memiliki hubungan dekat dengan James. Orang yang paling memiliki intel dan memonitor situasi tidak harmonis antara Cavs dan James adalah sang presiden Miami Heat, Pat Riley. Ia memiliki sejumlah informan dan mata-mata yang tersebar dimana-mana, termasuk bintangnya sendiri, Wade, yang terus-terusan memberi tahu Riley bahwa dalam dua tahun terakhir, Heat bisa merekrut James ke Miami. Ketika James kalah terhadap Boston Celtics di final wilayah Timur, Wade semakin yakin bahwa kali ini James tidak bisa lagi menyalahkan rekan-rekan setimnya ataupun pelatihnya atas kekalahannya di playoff.

Prestasi Cavs di dua playoffs terakhir tentu saja akan membuat James sakit hati dan ingin pindah. Wade sadar bahwa James semakin terdesak untuk menjadi juara di NBA, dan hal ini hanya semakin menguntungkan Pat Riley. Riley pun mengosongkan salary cap space tim Miami demi memberi gaji yang cukup untuk mendatangkan bintang sekelas LeBron, bahkan Bosh sekalipun. Miami Heat sendiri adalah tim yang percaya dengan formula sukses instan. Mereka tidak berusaha untuk mencari bakat-bakat internasional ataupun melalui draft di college. Mereka menyusun rencana untuk membangun tim lewat free agency maupun trade, strategi high-risk, high-reward [seperti ketika mendatangkan Shaq dan berbuah sukses].

Ketika presentasi tim Heat berlangsung, Riley membawa lima cincin juara [sebagai pelatih kepala] ke hadapan James. Tidak ada eksekutif lainnya dalam proses ini yang mampu memberi tahu James, bahwa mereka mengerti bagaimana caranya membangun sebuah tim juara, seperti apa rupa tim juara tersebut, dan bagaimana mereka menjadi juara, seperti yang Riley sudah pernah alami enam kali [lima cincin sebagai pelatih dan satu cincin juara sebagai asisten pelatih]. Riley tidak menjual pelatih mereka saat ini seperti yang dilakukan tim lain. Namun, James mengerti bahwa Riley hanya mempunyai kesetiaan terhadap kemenangan. Bila James mau, ia bisa meminta seorang Hall of Famer kaliber Riley untuk turun melatih. Riley mempunyai kharisma untuk menangkap perhatian James. Riley menceritakan tentang bagaimana tim Los Angeles Lakers di era 1980 mampu mengorbankan gaji, jumlah tembakan dan statistik demi kebaikan tim/bersama. Riley juga memanfaatkan fakta bahwa James bisa bermain bersama teman dekatnya, Wade, dalam satu tim. Selain itu Pat Riley, yang berusia 65 tahun, juga percaya akan kemampuannya untuk menjual state Miami dengan iklim yang hangat dan bebas tax.

Namun ketika Chris Bosh memutuskan untuk bergabung dengan Miami Heat terlebih dahulu, saat itu saya berpikir selesai sudah rumor kemana James ingin bermain musim 2010-2011. Bosh sendiri ingin bermain bersama James dan Wade, bukan dengan James atau Wade. Di Toronto Raptors, Bosh menyadari bahwa ia tidak bisa menjadi franchise player. Maka keputusan bermain menjadi Robin kepada Batman pun siap ia lakoni terhadap James ataupun Wade di Heat.
James adalah orang yang pintar. James pindah bukan karena uang. James, Wade, dan Bosh menerima gaji lebih sedikit agar bisa bermain bersama di Miami Heat. James tahu kalo timnya kalah terus menerus,dia tidak akan menjadi pemain hebat sampai kapanpun, dan uang pun takkan bisa ia raih. James juga menyadari bahwa ia mempunyai kemampuan untuk mendapatkan uang di luar gaji dari endorsment produk. Namun kalau anda coba pikir kembali memangnya kemana James akan bergabung ketika Bosh memutuskan untuk bermain bersama Wade? Ke Cavs?

Ya, karena semua orang mau bermain bersama Mo Williams sebagai point guard anda. Bermain bersama Anderson Varejao dan Antawn Jamison? Erghhh... Ke Bulls untuk bermain bersama pelatih yang baru pertama kali melatih di NBA? Ke New York dan menunggu Amare Stoudemire cedera lagi? Ke Los Angeles untuk bermain di bawah bayang-bayang Lakers dan Kobe Bryant? [bersambung ke mengapa LeBron meninggalkan Cleveland Cavaliers part 3/terakhir]

Neilson Gautama
NBA Presenter

Follow my twitter at:
http://twitter.com/neilsongautama
Join group NBA Indonesia on facebook: http://facebook.com/group.php?gid=58998467527



sumber: olahraga[dot]com