Berita Terpopular Basket





Follow Us On Twitter


Alasan LeBron Tinggalkan Cavs (Part 3/Terakhir) Share to Facebook Tweet This
Basket - Basket
Tuesday, 03 August 2010 14:50
Alasan LeBron Tinggalkan Cavs (Part 3/Terakhir)Jika memilih tim selain Miami Heat ataupun Chicago Bulls, LeBron James akan mengingkari ucapannya sendiri, ia ingin menang, bukan untuk mencari uang lebih banyak di tim lain.

Dengan bermain di Heat, ia mungkin akan mendapat keduanya [walaupun mungkin ia akan mendapat uang lebih banyak jika bertahan di Cleveland dan menjadi pahlawan disana]. Yang paling penting buat LeBron tentu saja adalah kemenangan. Cleveland tidak mempunyai pemain terbaik. Talenta terbaik ada di tim Miami dan yang jelas ia akan mempunyai kesempatan lebih baik untuk menjadi juara NBA. ‎

Congrats buat Pat Riley, otak dibalik kunci sukses perangkai trio pemain yang mengerikan di Miami, dengan mengambil Bosh terlebih dahulu (sebagai daya tarik untuk mendatangkan LeBron) dan mempertahankan Wade. Miami juga punya organisasi yang bagus, itulah sebabnya mengapa Wade mau bertahan di Heat. Mempertahankan Wade adalah sebuah langkah awal mengambil LeBron, namun mengambil Bosh adalah kunci utama Pat Riley dalam menarik LeBron. Kehadiran Bosh di South Beach mempermudah LeBron untuk membuat keputusannya.

Sementara owner Cavs, Dan Gilbert, marah besar akan keputusan James pindah ke Miami [Ia berjanji akan membawa Cavs menjadi juara sebelum James mendapatkan satu cincin di Miami]. Gilbert telah membuang $25 juta untuk membangun tempat latihan yang terletak dekat dengan rumah James [20 menit perjalanan] dibanding tempat latihan yang lama. Gilbert membangun ulang locker room tim Cavs. Ia juga menyewa seorang tukang pijat pribadi untuk berpergian bersama tim Cavs karena James juga suka dipijat. Gilbert bahkan mempekerjakan teman James dan membayarnya lebih mahal dari asisten pelatih lain supaya James merasa nyaman dalam tim. Gilbert juga membiarkan tim manajemen James untuk pergi dengan menggunakan pesawat pribadi tim Cavs. Bahkan ia memecat Mike Brown karena ia merasa James menginginkan perubahan. Gilbert merasa telah melakukan segalanya untuk James agar ia tidak pindah. Namun ada satu hal yang ia gagal lakukan, yaitu membawa James menjadi juara.

Gilbert melampiaskan kemarahannya pada James karena satu buah alasan: ia ingin menghindari kesalahannya sendiri. Dalam setiap trade yang dibuat Gilbert selama 7 tahun James bermain di Cavs, ia gagal menyusun tim yang bagus untuk LeBron. Saya tidak heran kalau Cavs tidak pernah juara selama LeBron ada di sana. Lebron bahkan tidak didukung oleh 15 besar pemain terbaik di NBA selama ia bermain. Dengan meninggalkan Cleveland, LeBron menunjukkan ke orang-orang bahwa, sesuai dengan julukannya, ia adalah sang raja [The King]. Pemain mega bintang seperti LeBron memegang bargaining power, ia lebih memiliki kuasa di lapangan dan di dalam tim dibanding pelatih sekalipun.

Namun disini yang paling menderita adalah fans Cleveland. Belum pernah memenangkan satu kejuaraan pun dalam olahraga apapun, kota Cleveland malah ditinggal seorang superstar hebat. Pastinya beberapa fans Cavaliers memiliki kesulitan untuk menghargai apa yang dilakukan James terhadap tim mereka. Dikabarkan, beberapa fans membakar jersey James di Cleveland. Bodoh. Seharusnya fans Cavs tidak boleh marah sama James. Harusnya mereka berterima kasih sama LeBron. Seperti yang James selalu bilang, keputusan yang dibuat adalah keputusan bisnis. Jangan lupa fans Cavaliers, bahwa menurut Forbes, nilai franchise Cavs meningkat senilai $100 juta di bawah kepemilikan Gilbert - dan kita semua tahu itu bukan karena Daniel Gibson. Jangan minta James untuk menjadi loyal di Cleveland jika ia tidak berhasil memenangkan satu cincin juara pun di Cavaliers.

Neilson Gautama
NBA Presenter

Follow my twitter at:
http://twitter.com/neilsongautama
Join group NBA Indonesia on facebook: http://facebook.com/group.php?gid=58998467527



sumber: olahraga[dot]com