| LeBron, Wade, & Bosh Mengambil Diskon |
|
|
| Basket - Basket | ||
| Monday, 09 August 2010 10:05 | ||
JAKARTA - LeBron James, Dwyane Wade dan Chris Bosh bermain dalam satu tim. Terdengar tidak nyata. Seperti bermain di video game saja. Menggabungkan dua kali peraih gelar MVP, seorang peraih Finals MVP, dan seorang pemain All-Star. Itulah fondasi yang dibutuhkan untuk memenangkan beberapa kejuaraan, seperti
duet Tim Duncan dan David Robinson di San Antonio ataupun Shaquille O'Neal dan Kobe Bryant di Lakers. Seandainya Chris Paul, Carmelo Anthony, dan Stoudemire bergabung di New York pun, belum tentu mereka bisa menang melawan trio Miami ini. Nickname‘The Big 3’ milik trio Celtics [Ray Allen, KG, dan Pierce] terancam direbut. Berikut komparasi kedua trio: Trio Heat Trio Celtics Jumlah Musim bermain 21 32 Penampilan dalam All-Star 17 22 All-NBA 1st team 6 3 MVP reguler season 2 1 Gelar Juara 1 1 Superstar terbaru Heat, James dan Bosh menandatangani kontrak enam tahun senilai $110.1 juta. Dwyane Wade bahkan mengambil diskon lebih besar untuk tetap bermain di Miami, dengan menanda-tangani kontrak enam tahun senilai $107.5 juta. Artinya James dan Bosh akan menerima masing-masing $14.5 juta dan Wade akan menerima $14 juta di musim 2010-11. Masing-masing pemain mengorbankan lebih dari $10 juta untuk bermain bersama, namun ketiganya berhak atas kenaikan gaji 10.5% per tahunnya. Seandainya Bosh dan LeBron menandatangani kontrak langsung dengan Heat, maka Heat hanya bisa menawarkan kontrak lima tahun dan kenaikan gaji 8 percent. Namun LeBron dan Bosh memilih sistem sign and trade, dimana mereka menandatangani kontrak dengan tim sendiri, lalu ditrade ke tim lain dengan nilai kontrak tersebut, dengan demikian Bosh dan LeBron baru bisa mendapat kontrak enam tahun [dibanding lima tahun maksimum oleh kompetitor lainnya], dan kenaikan gaji 10.5 percent setiap tahunnya [ketimbang maksimum kenaikan gaji 8 percent jika tidak melalui sitem sign and trade]. Tim pun lebih untung karena mendapatkan sesuatu untuk mengganti kepergian James dan Bosh, walaupun tidak sepadan. Heat mengirimkan dua draft pick ronde pertama di masa mendatang [tahun 2013 dan 2015 plus opsi untuk menukarnya ke tahun 2012] dan dua draft pick ronde ke dua untuk Cavaliers sebagai imbalan James. Untuk Bosh, Heat mengirimkan dua draft pick ronde pertama di masa mendatang [tahun 2011]. Dalam kontrak mereka bertiga, juga terdapat opsi [setelah musim ke empat] yang bisa membuat LeBron, Bosh dan Wade kembali menjadi free agent di musim panas tahun 2014. Di musim terakhirnya, juga terdapat opsi pemain untuk menjadi free agent (di musim 2015-16). Bosh sendiri merasa ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan, bisa bermain bersama Wade dan James. Hadiah utama James? Adalah bermain bersama Wade. James memang ingin bergabung ke Heat, dan Bosh adalah bonus yang LeBron dapat. Yang menang adalah mereka bertiga. Yang paling menang? 1.Wade, 2. Bosh, 3. James. Bosh tidak akan bisa menang sendiri, ia pun tahu akan hal it. James sendiri akan dibenci fans Cavs karena telah menyakiti mereka. Wade tetap bertahan di tim favoritnya, menjadi pemain yang paling dipuja di Miami karena satu cincin lebih banyak dari Bosh dan James [seandainya mereka bertiga terus-terusan meraih cincin bersama sampai pensiun di Miami], dan mendapatkan James dan Bosh sebagai sidekicknya. Yang lebih menang lagi? Fans Heat yang akan memenangkan beberapa cincin juara dalam lima tahun ke depan. Neilson Gautama NBA Presenter Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama Join group NBA Indonesia on facebook: http://facebook.com/group.php?gid=58998467527 | ||
|
|
| < Prev | Next > |
|---|
![Olahraga [dot] com - Berita Olahraga, Sepakbola, Livescore, Top Scorer, Bursa Olahraga, Klasemen Klub Dunia](/templates/crystal/images/blank.gif)



JAKARTA - LeBron James, Dwyane Wade dan Chris Bosh bermain dalam satu tim. Terdengar tidak nyata. Seperti bermain di video game saja. Menggabungkan dua kali peraih gelar MVP, seorang peraih Finals MVP, dan seorang pemain All-Star. Itulah fondasi yang dibutuhkan untuk memenangkan beberapa kejuaraan, seperti
duet Tim Duncan dan David Robinson di San Antonio ataupun Shaquille O'Neal dan Kobe Bryant di Lakers. Seandainya Chris Paul, Carmelo Anthony, dan Stoudemire bergabung di New York pun, belum tentu mereka bisa menang melawan trio Miami ini. Nickname‘The Big 3’ milik trio Celtics [Ray Allen, KG, dan Pierce] terancam direbut.

