Berita Terpopular Bulutangkis





Follow Us On Twitter


Kido & Vita Terlanjur Sakit Hati Share to Facebook Tweet This
Raket - Bulutangkis
Thursday, 12 August 2010 23:30
Kido & Vita Terlanjur Sakit HatiJAKARTA - Raut kecewa masih membayangi wajah Markis Kido saat mengumumkan keputusannya tampil di Kejuaraan Dunia, 23 Agustus mendatang. Pemain ganda putra kebanggaan tanah air mengaku sakit hati dengan pengurus PBSI terkait dirinya yang batal tampil di China Masters 2010.

Pecinta bulutangkis Indonesia sempat dibuat ketar-ketir dengan ancaman Kido dan Hendra Setiawan untuk mundur dari Kejuaraan Dunia 2010. Ancaman itu terlontar setelah keduanya gagal mengantongi surat rekomendasi Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI DKI Jakarta yang dibutuhkan guna mendaftarkan diri ke World Badminton Federation (WBF).

Pengprov DKI mengklaim, Kido/Hendra, yang kini kembali ke klub Jaya Raya setelah keluar dari Pelatnas, tidak memberikan laporan perihal nilai kontrak, hadiah serta sponsorship. Padahal, peraturan tersebut tercantum dalam pasal 25 AD/ART PBSI.

Namun, masalah itu akhirnya terselesaikan setelah Wakil Ketua Umum I PBSI, Sabar Yudo Suroso, memberikan jaminan keduanya tampil di event Kejuaraan Dunia dan Jepang Terbuka, kendati tidak mendapatkan rekomendasi dari Pengprov.

Meski demikian, rasa kecewa yang terlanjur muncul tidak bisa hilang begitu saja.

Kepada wartawan yang ditemuinya di Hotel Mulia Senayan, Kamis (12/8/2010), Kido mengaku ancamannya mundur dari Kejuaraan Dunia di Paris merupakan wujud emosi karena kecewa dengan sikap Pengprov. Apalagi, sebagai pemain non-Pelatnas, dia dan Hendra harus melakukan seluruh prosedur pendaftaran sendiri.

"Saya emosi, karena sudah berjuang mendaftarkan diri untuk tampil di China Masters. Pihak PBSI sempat bilang saya terlambat mendaftar. Tapi, tidak lama, saya menerima surat dari Pengprov yang menyatakan tidak merekomendasikan saya tampil di turnamen. Ternyata mereka memang tidak berniat mendaftarkan saya," cetus Kido.

Ungkapan senada pun terlontar dari mulut Vita Marissa, yang juga tidak mendapat rekomendasi dari Pengprov. "Yang membuat saya sakit hati adalah, kami sudah melakukan seluruh prosedur pendaftaran untuk tampil dalam turnamen. Tapi, kenapa sampai ada masalah seperti ini? Baru kali ini pelaporan nilai kontrak dipermasalahkan," keluh pemain kelahiran 4 Januari 1981.



sumber: olahraga[dot]com