| Hindari 'Bencana' 2009, Sepang! |
|
|
| Otomotif - Otomotif | ||
| Tuesday, 09 March 2010 16:11 | ||
JAKARTA - Tidak ingin 'bencana' musim lalu terulang, organisator F1 Grand Prix Malaysia telah melakukan berbagai persiapan matang. Apa sajakah?Seri GP Malaysia 2009 memang berakhir mengecewakan. Hujan lebat yang mengguyur sirkuit Sepang memaksa panitia menghentikan jalannya race demi keselamatan para pembalap. Alhasil, Jenson Button yang memimpin balapan didapuk sebagai juara, meski perolehan nilainya harus dipangkas setengah jumlah poin. Demi menghindari terulangnya peristiwa itu, panitia penyelenggara mengambil beberapa langkah antisipasi. Salah satunya adalah memajukan race hingga pukul 16.00 waktu setempat. Alasannya, jika cuaca kembali tidak bersahabat, panitia berharap kondisi sirkuit masih cukup terang hingga balapan tak perlu dihentikan. "Tahun lalu, ketika hujan turun, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. Langit sangat gelap. Balapan terpaksa dihentikan karena membahayakan pembalap," jelas Chief Corporate Communications Officer Sirkuit Internasional Sepang, Azlan Akil, dalam media gathering, Selasa (9/3/2010). "Jadi, tahun ini kami akan memulai race pukul 16.00. Setidaknya, jika memang kembali diguyur hujan, langit belum terlalu gelap," tambahnya. "Selain itu, kami juga meningkatkan sistem drainage di lintasan agar air bisa mengalir lebih cepat. Dan, tentunya, mengusahakan respon yang lebih cepat dari race management, jika memang balapan nantinya harus dihentikan," pungkas Azlan. Musim kompetisi F1 2010 memang sudah di depan mata. Akhir pekan ini, sirkuit Sakhir di Bahrain bakal menampilkan seri pembuka ajang balap paling bergengsi seantero jagad. Sementara, GP Malaysia sendiri akan dihelat 2-4 April 2010. | ||
|
|
| < Prev | Next > |
|---|
![Olahraga [dot] com - Berita Olahraga, Sepakbola, Livescore, Top Scorer, Bursa Olahraga, Klasemen Klub Dunia](/templates/crystal/images/blank.gif)



JAKARTA - Tidak ingin 'bencana' musim lalu terulang, organisator F1 Grand Prix Malaysia telah melakukan berbagai persiapan matang. Apa sajakah?

