Berita Terpopular Sepakbola





Follow Us On Twitter


Bermasalah, Produksi Zakumi Diminta Berhenti Share to Facebook Tweet This
Sepakbola - Piala Dunia 2010
Wednesday, 10 March 2010 15:45
Bermasalah, Produksi Zakumi Diminta BerhentiBeijing - Proses produksi maskot Piala Dunia, Zakumi, dinilai bermasalah. Diduga karena melakukan pelanggaran soal tenaga kerja, proses produksi diminta untuk distop untuk sementara waktu.

Global Brands Group (GBG) selaku branding company yang ditunjuk FIFA meminta pada Shanghai Fachion Plastic Products (SFPPC), yang merupakan produsen dari maskot Piala Dunia 2010, untuk menghentikan produksinya.

Permintaan ini datang setelah muncul laporan dari media Inggris, News of The World yang menyebutkan bahwa perusahaan itu melakukan pelanggaran terkait dengan tenaga kerja.

Pihak SFPPC membantah hal ini. "Tuduhan bahwa kami menggunakan pekerja anak-anak, dibayar dengan harga rendah, serta kondisi kerja yang tidak bagus, adalah sesuatu yang dibuat-buat," ujar juru bicara perusahaan yang berpusat di China itu, seperti dilansir dari Reuters.

Menurut SFPPC, tuduhan ini lebih ke masalah politis. Selanjutnya serikat pekerja Afrika Selatan berencana melakukan boikot untuk turnamen yang digelar 11 Juni-11 Juli mendatang.

"Tuduhan ini lahir hanya karena tingginya tingkat pengangguran di Afrika Selatan. Lalu sejumlah politisi mereka menyoroti kondisi kerja di perusahaan kami sebagai alasan."

Sebelumnya GBG juga telah melakukan inspeksi terhadap SFPCC. Hasilnya ditemukan sejumlah hal yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pihak perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu mengklaim sudah melakukan perbaikan pasca dilakukan inspeksi.

"Kami merupakan salah satu perusahaan terbaik di China dalam hal lingkungan kerja, pembayaran, taat hukum, dan sebagainya. Bisa dipastikan kami sesuai dengan standar yang ditetapkan di China."

"Kami sangat gembira menerima masukan dari GBG soal bagaimana bisa mencapai standar internasional. Namun kenyataannya adalah kondisi kerja di China memang tidak bisa setingkat kondisi kerja di Inggris atau Singapura."



sumber: olahraga.com