| Yuso Bangkit dari Kematian |
|
|
| Sport Lain - Sport Lain | ||
| Sunday, 07 March 2010 00:36 | ||
Sleman - Dengan kemenangan atas Jakarta BNI, Bantul Yuso Gunadarma (BYG) bak "bangkit dari kematian". Bagaimana tidak kalau BYG harus beberapa kali dalam posisi tertinggal sebelum mampu membalikkan keadaan.Lewat drama lima set, BYG mengatasi Jakarta BNI dalam lanjutan kompetisi Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 yang digelar di GOR Pangukan, Sleman, Sabtu (6/3/2010). Dalam laga ini Yuso sempat dua kali ketinggalan, masing-masing 1-0 dan 2-1. Di set penentu, Ramzil Huda dkk. pun sempat tertinggal 6-10 sebelum akhirnya membukukan kemenangan 15-12. "Kami main bersemangat seperti layaknya mau mati," kata manajer BYG Putut Marhaento dalam jumpa pers pasca pertandingan. "Set pertama kami tidak pada form terbaik. Set kedua membaik. Set ketiga kami sangat buruk terutama dalam passing bawah sehingga ketinggalan 4-8. Set empat kami hampir mati. Set kelima kami grogi, baru bangkit setelah ketinggalan 6-10," ulas Putut. Ini merupakan kali kedua BYG harus tampil dalam lima set. Ada pun di laga sebelumnya di Solo pekan lalu, tim asal "Kota Geplak" ini takluk dari Palembang Bank Sumsel juga dengan skor serupa. "Untuk setiap laga, kami selalu mempersiapkan buat tampil lima set. Jadi ketika kehilangan satu atau dua set kami tak terlalu nervouz," kata Putut. Meski begitu, BYG berharap dalam laga-laga berikutnya mereka bisa menang dengan nyaman. Untuk itulah sejumlah hal yang menjadi kelemahan mereka sejauh ini segera diperbaiki, salah satunya adalah soal mental. "Kesalahan-kesalahan mendasar harus diperbaiki, termasuk aspek psikologis juga. Di set pertama, pemain "takut" dengan Loudry. Saya ingatkan, Loudry memang hebat. Tapi dia sudah mulai tua. Ini sudah bukan saatnya bagi dia main. Ini saatnya kalian (pemain BYG)," tutup Putut. | ||
|
|
| < Prev | Next > |
|---|
![Olahraga [dot] com - Berita Olahraga, Sepakbola, Livescore, Top Scorer, Bursa Olahraga, Klasemen Klub Dunia](/templates/crystal/images/blank.gif)



Sleman - Dengan kemenangan atas Jakarta BNI, Bantul Yuso Gunadarma (BYG) bak "bangkit dari kematian". Bagaimana tidak kalau BYG harus beberapa kali dalam posisi tertinggal sebelum mampu membalikkan keadaan.

